Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
DARI HALAMAN REKTORAT UNIPA, PESAN PENTING WAKIL REKTOR II UNTUK PENINGKATAN KINERJA DI UNIPA
Oleh:
Humas UNIPA
Manokwari, Papua Barat, www.unipa.ac.id – Senin, 2 Februari 2026 – Halaman Gedung Rektorat Universitas Papua (UNIPA) menjadi lokasi pelaksanaan apel pagi, yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan. Apel ini dihadiri oleh Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Simson Werimon.
Mengawali amanatnya, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. George Mentansan, S.Sos, M.Hum, menyampaikan pesan dari rektor. “Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik selama bulan Januari, dan berharap semangat tersebut dapat dilanjutkan di bulan Februari.”
Dr. George mengingatkan bahwa bulan Februari memiliki banyak hari libur, sehingga waktu untuk bekerja menjadi terbatas. Ia menekankan pentingnya pelayanan akademik yang maksimal, mengingat perkuliahan akan segera dimulai. Ditambahkan bahwa rektorat berperan sebagai jantung akademik yang harus bergerak secara efektif dalam pelayanan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Lebih lanjut, ia memberikan perhatian khusus kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam amanatnya, Dr. George mengingatkan bahwa evaluasi tahunan akan dilakukan untuk menilai kinerja P3K. Jika hasil evaluasi menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan, kontrak kerja bisa saja dapat diakhiri. Oleh karena itu, ia berharap semua P3K berkomitmen untuk bekerja dengan baik, terutama karena tahun ini tidak ada penerimaan tenaga kontrak atau honor.
Menyangkut laporan pertanggungjawaban (LPJ), Dr. George meminta agar setiap unit segera mengumpulkan LPJ, mengingat entry meeting antara BPK dan Kementerian disktisaintek akan dilaksanakan pada 4 Februari. “LPJ berpengaruh pada kinerja UNIPA”. kata mantan wakil dekan II FSB.
“Semoga di tahun 2026, kinerja kita semakin baik. Mari kita bekerja bersama-sama dan sama-sama kita kerja,” tutupnya.
Dengan semangat yang positif, apel pagi ini diharapkan dapat mendorong seluruh civitas akademika UNIPA untuk bekerja dengan lebih baik dan berkomitmen dalam setiap tugas dan tanggung jawab.