UNIPA HARI INI

Ikuti perkembangan di Universitas Papua di sini
March 6, 2026

MENJUNJUNG HARAPAN DI TANAH PAPUA: PERJUANGAN MAHASISWA UNIPA DESSY NATALIA UNTUK MASA DEPAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK

Manokwari, Papua Barat. www.unipa.ac.id – Di tengah medan pendidikan yang penuh tantangan di Papua Barat, terdapat sosok yang bersinar dengan semangat yang tak kunjung padam—Dessy Natalia, mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (Unipa). Dengan ketulusan hati, Dessy berkomitmen untuk mencerdaskan generasi muda di tanah yang kaya akan budaya ini, berupaya keras mengurangi angka buta aksara dan tingkat putus sekolah yang mengkhawatirkan.

Pengabdian Dessy dimulai dari pengalaman menyentuh saat ia menyaksikan anak-anak Papua, yang seharusnya berada di bangku sekolah, bekerja sebagai tukang parkir. Melihat kenyataan pahit tersebut, Dessy tak kuasa menahan air mata dan berdoa: “Tuhan, berikan aku kesempatan untuk mengajar mereka.” Dari moment itu, ia dipanggil untuk menjadi pengajar. Mimpinya sederhana namun sarat makna: memberikan akses pendidikan kepada setiap anak Papua sebagai pintu harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Setelah menjalani perkuliahan hingga pukul 3 sore, Dessy dengan penuh dedikasi memanfaatkan waktu luangnya untuk mengajar. Meskipun banyak temannya yang tidak bertahan dalam perjalanan ini, Dessy tetap kokoh bersama satu rekan mahasiswa lainnya, mengajar di 11 Rumah Pintar (Rumpin) di kabupaten Manokwari. Ia ingin menjangkau lebih banyak siswa, karena ia menyadari masih banyak anak yang terpaksa putus sekolah akibat masalah ekonomi.

Motto Unipa, “Ilmu untuk Kemanusiaan,” menjadi pendorong utama bagi Dessy untuk mewujudkan tujuan ini di tengah masyarakat. Ia mengajar tanpa memungut biaya, menyediakan kesempatan belajar yang berharga bagi anak-anak yang penuh semangat, meskipun di luar sistem pendidikan formal maupun non formal. Kelas yang diadakan mencakup berbagai tingkatan, dari SD hingga SMA, bahkan hingga pelajaran bahasa Inggris, dan hasilnya sangat menggembirakan: banyak anak kini dapat membaca dan menulis dengan baik.

Dengan dana pribadi, Dessy terus melangkah maju dalam semangat pelayanan. Ia menginginkan agar adik-adik Papua dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi, bahkan melampaui semua pencapaiannya.

Mari kita berkolaborasi untuk menciptakan perubahan, mengingat bahwa “Ilmu untuk Kemanusiaan” bukanlah sekadar slogan, tetapi panggilan untuk bertindak demi masa depan yang lebih baik.(m/i)

”Ilmu Untuk Kemanusiaan”
Lampiran Berkas