UNIPA HARI INI

Ikuti perkembangan di Universitas Papua di sini
March 17, 2026

RELOKASI STRATEGIS: FAKULTAS KEDOKTERAN UNIPA SEGERA PINDAH KE MANOKWARI, TERINTEGRASI DENGAN RSUD PROVINSI

MANOKWARI, PAPUA BARAT, www.unipa.ac.id — Dalam langkah strategis yang berpotensi mengubah lanskap pendidikan medis di Indonesia Timur, Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya untuk merelokasi Fakultas Kedokteran Universitas Papua (UNIPA) dari Kabupaten Sorong ke Manokwari. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, di hadapan ratusan wisudawan dan sivitas akademika dalam Rapat Senat Terbuka UNIPA pada Selasa (17/3). Langkah ini menandai babak baru dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan Papua.

Langkah monumental ini bukan sekadar pemindahan geografis. Lakotani menjelaskan visi besar di balik kebijakan tersebut, yaitu integrasi antara pelayanan dan pendidikan. Tujuan utamanya adalah mendekatkan pusat pendidikan medis dengan fasilitas kesehatan tertinggi di daerah, yakni Rumah Sakit Induk Provinsi Papua Barat. Nantinya, rumah sakit tersebut akan berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan utama, di mana para mahasiswa kedokteran UNIPA dapat langsung menangani pasien, mengasah keterampilan klinis mereka di bawah pengawasan tenaga medis profesional, dan menjembatani teori akademik dengan realitas medis di lapangan.

Pemerintah menyadari bahwa pemindahan Fakultas Kedokteran bukanlah perkara sederhana. Menanggapi kompleksitas ini, Lakotani mengonfirmasi bahwa persiapan awal dan transisi sedang berlangsung. Ia juga memberikan jaminan komitmen dari pemerintah daerah. Apabila muncul hambatan—baik dari aspek birokrasi, infrastruktur, maupun logistik—dalam proses pemindahan, hal tersebut tidak akan dibiarkan berlarut. Pemprov Papua Barat berkomitmen untuk bersinergi dengan pihak rektorat UNIPA dalam mencari solusi bersama.

Bagi publik Manokwari, kehadiran Fakultas Kedokteran di pusat pemerintahan provinsi ini diharapkan tidak hanya mendongkrak kualitas pendidikan lokal, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang atas tantangan ketimpangan tenaga medis yang selama ini menjadi isu krusial di tanah Papua. (m/i)

”Ilmu Untuk Kemanusiaan”
Lampiran Berkas