Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
TARGETKAN TEMBUS JURNAL SCOPUS, UNIPA GELAR PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH RISET METODE GASING
Oleh:
MANOKWARI – Papua Barat.www.unipa.ac.id – Universitas Papua (UNIPA) terus berupaya meningkatkan kontribusi akademiknya di kancah internasional. Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Gasing Academy, UNIPA menyelenggarakan kegiatan “Pembekalan dan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah” kepada dosen muda dan mahasiswa, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari, Senin (19/01/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya kegiatan ini tidak hanya untuk pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas dan akreditasi program studi, tetapi juga sebagai upaya nyata menuntaskan masalah kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung (Calistung) di Tanah Papua.
“Kegiatan ini merupakan kerja sama luar biasa antara Universitas Papua, Provinsi Papua Barat, dan Gasing Academy. Harapan kita, metode Gasing ini dapat meningkatkan kemampuan matematika dasar siswa dan menjadi model yang harus kita pertahankan,” ujar Prof. Hugo Warami di hadapan para peserta. Prof. Hugo juga menyampaikan terima kasih kepada mitra kerja (Pemda Papua Barat dan Gasing Academy) yang mau bekerja sama dengan UNIPA guna memajukan pendidikan di Tanah Papua.
Pelatihan ini menghadirkan seorang narasumber berpengalaman dalam bidang matematika, yaitu Prof. Benedictus Tanujaya, untuk mendampingi tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Agenda utama pelatihan adalah melakukan analisis data mendalam dan teknik penulisan manuskrip agar memenuhi standar jurnal bereputasi tinggi.
Ketua Panitia Kegiatan Falenthino Sampouw, SPd., M.Pd, melaporkan bahwa riset mengenai efektivitas metode Gasing di Papua Barat ini menargetkan publikasi di jurnal terindeks Scopus. “Saat ini sudah ada delapan artikel ilmiah yang sudah disubmit. Statusnya, dua artikel sedang dalam proses (in process), dua artikel mengalami penolakan (declined) dan memerlukan perbaikan, serta empat artikel belum mendapatkan keputusan awal (first decision),”kata Falen.
Melalui pelatihan intensif ini, diharapkan kualitas naskah dapat ditingkatkan sehingga seluruh artikel tersebut layak terbit di jurnal internasional pada tahun ini. Direncanakan ke depannya, kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan lagi dengan melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat untuk memaparkan potensi metode Gasing dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik di wilayah tersebut. (m/i)