Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
UNIPA Terjunkan 185 Mahasiswa KKN Semester Genap 2025-2026 ke Masyarakat
Oleh:
Humas UNIPA
MANOKWARI—Universitas Papua (UNIPA) secara resmi melepas 185 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semesta Genap Tahun Akademik 2025-2026 dalam sebuah Apel Pelepasan yang khidmat pada Jumat sore, 23 Januari 2026. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIPA.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) dalam laporannya menyampaikan bahwa total 185 mahasiswa akan disebar ke 18 lokasi pengabdian. Lokasi tersebut mencakup 15 kampung di Distrik Tanah rubuh, satu lokasi di Wefiani Tambrau, serta dua lokasi KKN tematik, yakni di lingkungan kampus dan di sekitar Rumah Sakit Umum Provinsi, yang dikhususkan bagi mahasiswa dari program studi komputer.
Dalam sambutannya sekaligus arahan pelepasan, Rektor UNIPA menyampaikan beberapa pesan kunci yang wajib menjadi pedoman mahasiswa selama berada di lapangan. Pertama, Rektor mengingatkan mahasiswa mengenai tanggung jawab akademis, terutama terkait potensi gangguan jaringan internet secara nasional dalam satu bulan ke depan, yang dapat mempengaruhi akses sistem akademik dan transaksi keuangan.
Kedua, Rektor menegaskan pentingnya menjaga nama baik almamater. “Di pundak saudara-saudara ada logo Universitas Papua. Diharapkan untuk menjaga nama baik lembaga ini. Supaya ketika saudara kembali, tidak ada cerita-cerita miring atau kesan kelam di masyarakat,” ujar Rektor.
Ketiga, mahasiswa diimbau untuk proaktif dalam menjaga kesehatan diri. “Jadilah dokter untuk diri sendiri, jadilah perawat untuk merawat diri sendiri. Di lokasi, tidak semua fasilitas kesehatan tersedia memadai,” pesannya.
Lebih lanjut, Rektor mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan teori yang didapat di kampus dengan ilmu empiris yang bersumber dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi mercusuar dan pionir terbaik di lokasi KKN. Rektor juga berpesan agar mahasiswa menyesuaikan diri dengan konteks lokal, mengingat pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
Penekanan terakhir adalah mengenai keselamatan dan integritas, dimana Rektor berharap seluruh 185 mahasiswa dapat kembali ke kampus dalam keadaan utuh dan selamat. Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan momen KKN sebagai sarana untuk menemukan topik dan data yang relevan bagi penyelesaian tugas akhir mereka. Setelah doa penutup, Rektor secara resmi melepas peserta KKN, menandai dimulainya masa pengabdian mereka di tengah masyarakat Papua.