Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
UNIVERSITAS PAPUA LULUSKAN 196 MAHASISWA: LANGKAH AWAL MENUJU PENGABDIAN YANG LEBIH BESAR
Oleh:
Humas UNIPA
Manokwari, Papua Barat, www.unipa.ac.id Universitas Papua (Unipa) kembali mewisuda 196 lulusan pada hari ini, Selasa (17 Maret), dalam Rapat Terbuka Senat. Wisuda periode kedua tahun akademik 2025-2026 berlangsung di aula utama Unipa Manokwari dengan penuh hikmat dan haru, meluluskan 26 orang dengan predikat pujian, 124 orang dengan predikat sangat memuaskan, 24 orang dengan predikat memuaskan, serta 22 orang tanpa predikat.
Dengan tambahan 196 wisudawan ini, jumlah total lulusan Unipa kini mencapai 15.804. Rincian lulusan tersebut terdiri dari 29 doktor, 680 lulusan program magister, 9.594 lulusan program sarjana, 3.693 lulusan program sarjana muda, 101 lulusan dari program profesi dokter, dan 1.707 lulusan dari program profesi guru. Hal ini disampaikan oleh Rektor Unipa, Prof. Hugo Warami.
Prof. Hugo juga dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan jumlah total 15.804 lulusan ini, Unipa bertekad untuk melayani dan membaktikan diri dalam membangun sumber daya manusia di Timur Indonesia. Ia menekankan pentingnya keunikan yang dimiliki oleh Unipa sebagai perguruan tinggi yang bermutu, bermartabat, dan berfokus pada kemanusiaan untuk Indonesia dari tanah Papua.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Muhammad Lakotani, SH, MM, juga memberikan sambutan. Ia mengatakan bahwa wisuda bukan sekadar seremonial, melainkan merupakan bukti kontribusi Unipa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat. Kontribusi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian misi Papua Cerdas, Papua Produktif, dan Papua Sehat.
Lebih lanjut, Ia mengingatkan para wisudawan bahwa gelar yang diterima hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Ia mendorong para wisudawan untuk berkarya dengan keberanian, integritas, dan semangat untuk memberikan dampak. “Ingatlah, masa depan Papua Barat tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alamnya, tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya. Hari ini, Saudara-saudari adalah bagian dari harapan itu,” demikian pesannya. (m/i)